Dear all my blog readers, here is the complete list of 84th Annual Academy Award nominations announced Tuesday, 24 January 2012.
1. Best Picture:
"The Artist," '
'The Descendants,"
''Extremely Loud & Incredibly Close,"
''The Help,"
''Hugo,"
''Midnight in Paris,"
''Moneyball,"
''The Tree of Life,"
''War Horse."
2. Best Actor:
Demian Bichir, "A Better Life";
George Clooney, "The Descendants";
Jean Dujardin, "The Artist";
Gary Oldman, "Tinker Tailor Soldier Spy";
Brad Pitt, "Moneyball."
3. Best Actress:
Glenn Close, "Albert Nobbs";
Viola Davis, "The Help";
Rooney Mara, "The Girl With the Dragon Tattoo";
Meryl Streep, "The Iron Lady";
Michelle Williams, "My Week With Marilyn."
4. Best Supporting Actor:
Kenneth Branagh, "My Week With Marilyn";
Jonah Hill, "Moneyball";
Nick Nolte, "Warrior";
Christopher Plummer, "Beginners";
Max von Sydow, "Extremely Loud & Incredibly Close."
5. Best Supporting Actress:
Berenice Bejo, "The Artist";
Jessica Chastain, "The Help";
Melissa McCarthy, "Bridesmaids";
Janet McTeer, "Albert Nobbs";
Octavia Spencer, "The Help."
6. Best Director:
Michel Hazanavicius, "The Artist";
Alexander Payne, "The Descendants";
Martin Scorsese, "Hugo";
Woody Allen, "Midnight in Paris";
Terrence Malick, "The Tree of Life."
7. Best Foreign Language Film:
"Bullhead," Belgium; "
Footnote," Israel; "
In Darkness," Poland;
"Monsieur Lazhar," Canada;
"A Separation," Iran.
8. Best Adapted Screenplay:
Alexander Payne, Nat Faxon and Jim Rash, "The Descendants";
John Logan, "Hugo";
George Clooney, Grant Heslov and Beau Willimon, "The Ides of March";
Steven Zaillian, Aaron Sorkin and Stan Chervin, "Moneyball";
Bridget O'Connor and Peter Straughan, "Tinker Tailor Soldier Spy."
9. Best Original Screenplay:
Michel Hazanavicius, "The Artist";
Annie Mumolo and Kristen Wiig, "Bridesmaids";
J.C. Chandor, "Margin Call";
Woody Allen, "Midnight in Paris";
Asghar Farhadi, "A Separation."
10. Best Animated Feature Film:
"A Cat in Paris";
"Chico & Rita";
"Kung Fu Panda 2";
"Puss in Boots";
"Rango."
11. Best Art Direction:
"The Artist,"
''Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2,"
''Hugo,"
''Midnight in Paris,"
''War Horse."
12. Best Cinematography:
"The Artist,"
''The Girl With the Dragon Tattoo,"
''Hugo,"
''The Tree of Life,"
''War Horse."
13. Best Sound Mixing:
"The Girl With the Dragon Tattoo,"
''Hugo,"
''Moneyball,"
''Transformers: Dark of the Moon,"
''War Horse."
14. Best Sound Editing:
"Drive,"
''The Girl With the Dragon Tattoo,"
''Hugo,"
''Transformers: Dark of the Moon,"
''War Horse."
15. Best Original Score:
"The Adventures of Tintin," John Williams;
"The Artist," Ludovic Bource;
"Hugo," Howard Shore;
"Tinker Tailor Soldier Spy," Alberto Iglesias;
"War Horse," John Williams.
16. Best Original Song:
"Man or Muppet" from "The Muppets," Bret McKenzie;
"Real in Rio" from "Rio," Sergio Mendes, Carlinhos Brown and Siedah Garrett.
17. Best Costume:
"Anonymous,"
''The Artist,"
''Hugo,"
''Jane Eyre,"
''W.E."
18. Best Documentary Feature:
"Hell and Back Again,"
''If a Tree Falls: A Story of the Earth Liberation Front,"
''Paradise Lost 3: Purgatory,"
''Pina,"
''Undefeated."
19. Best Documentary (short subject):
"The Barber of Birmingham: Foot Soldier of the Civil Rights Movement,"
''God Is the Bigger Elvis,"
''Incident in New Baghdad,"
''Saving Face,"
''The Tsunami and the Cherry Blossom."
20. Best Film Editing:
"The Artist,"
''The Descendants,"
''The Girl With the Dragon Tattoo,"
''Hugo,"
''Moneyball."
21. Best Makeup:
"Albert Nobbs,"
''Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2,"
''The Iron Lady."
22. Best Animated Short Film:
"Dimanche/Sunday,"
''The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore,"
''La Luna,"
''A Morning Stroll,"
''Wild Life."
23. Best Live Action Short Film:
"Pentecost,"
''Raju,"
''The Shore,"
''Time Freak,"
''Tuba Atlantic."
24. Best Visual Effects:
"Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2,"
''Hugo,"
''Real Steel,"
''Rise of the Planet of the Apes,"
''Transformers: Dark of the Moon."
So, who’s your prediction?
Selasa, 24 Januari 2012
Selasa, 03 Januari 2012
Memperkenalkan Banten Melalui Film

“Dear Gio, ini adalah suratku yang terakhir untukmu. Hari ini adalah hari dimana aku akan melangkahkan kakiku pada sebuah perjalanan. Ketika orangtuaku menuntunku dalam doa-doa mereka, sebelum aku menjadi istri seseorang, tapi ia bukan kamu. Dan bersamanya, ku akan mengurangi kehidupan. Sebuah kehidupan yang sepenuhnya dibangun diatas fondasi cinta, rasa percaya dan kesetiaan.”
Ketika saya menuliskan narasi ini, saya tidak membayangkan “Gio” untuk dihidupkan oleh aktor manapun, karena saya sedang tidak membuat film fiksi. Gio adalah sosok laki-laki imaginer yang saya bayangkan sebagai cinta pertama seorang perempuan asal Desa Ranca Kelapa, Tangerang yang pada hari itu akan menikah. Sebagaimana yang dilukiskan dalam filmnya (bisa anda temukan di YouTube), perempuan berdarah Tionghoa itu menikah dengan adat Khonghucu, sebuah ritual yang berusia ratusan tahun dengan keaslian tatacara yang masih terjaga sampai saat ini.
Sebagaimana yang terjadi di hampir semua budaya, sebuah ritual perkawinan pasti diikuti dengan pesta baik itu yang diselenggarakan dengan bersahaja, maupun yang mewah. Tapi di Ranca Kelapa, urutannya terbalik. Pesta diadakan pada siang hari, setelah itu, ritual yang disebut “Cio Tao” diadakan pada diniharinya, lengkap dengan tradisi menyisir rambut, saweran, dan saling menyuapi.
Pesta perkawinan masyarakat keturunan Tionghoa yang seringkali disebut sebagai warga China Benteng ini sendiri adalah warisan budaya yang sangat menarik. Pesta tidak jarang dilakukan selama tiga hari tiga malam, dengan hiburan “Gambang Kromong”, salah satu kesenian akulturasi budaya lokal dan Tiongkok, yang kini semakin terpinggirkan. Saat pesta, makanan melimpah dilengkapi dengan papan petunjuk untuk membedakan antara makanan Tionghoa dan makanan Indonesia.
Saya menangkap eksotisme-eksotisme ini dalam sebuah film dokumenter yang berjudul “Cerita Sehari di Ranca Kelapa”. Sebagai putra daerah yang lahir di Tangerang, Banten, sudah sejak lama saya berkeinginan untuk mengabadikan kekayaan budaya Banten melalui sebuah film. Kesempatan itu akhirnya terwujud ketika saya berhasil merampungkan film-film dengan setting China Benteng, termasuk film “The Last Confucian” dan “Cerita Sehari di Ranca Kelapa”, pertengahan 2011 lalu. Alhamdullillah, pada bulan November 2011, “Cerita Sehari di Ranca Kelapa”, terpilih sebagai Juara Harapan II Festival Cipta Film Pemuda Tingkat Nasional 2011 yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Setelah menulis hampir tiga puluh film televisi yang ditayangkan stasiun TV nasional, saya beruntung menemukan jalan untuk menggarap film dokumenter mengenai kekayaan seni dan warisan budaya Banten, meski saat ini baru terbatas untuk wilayah Tangerang. Film dokumenter, dalam pemahaman saya, bisa menjadi sarana pendokumentasian warisan budaya yang kuat, selain yang mungkin sudah ditempuh melalui fotografi dan sastra.
Dalam perjalanan menuju apa yang sedang saya cita-citakan tersebut, pada bulan April 2011, saya menjadi pembicara workshop terbatas untuk Komunitas Love Our Heritage, dengan salah satu materinya mengupas mengenai pembuatan film dokumenter. Kepada para penggiat komunitas budaya yang berbasis di Jakarta itu, saya berbagi pengalaman mengenai documentary filmmaking, serta peran penting film dokumenter dalam upaya pelestarian dan pengenalan budaya-budaya, terutama jika budaya tersebut mulai hilang atau terpinggirkan.
Banten sebagai salah satu propinsi dengan sejarah peradaban tertua di Indonesia, tentu saja kaya dengan hasil warisan budaya tersebut. Namun selama ini, saya belum mendengar, atau mungkin belum ada sebuah usaha untuk memperkenalkan dan mendokumentasikan kekayaan seni budaya tersebut melalui sebuah film, baik itu dokumenter atau fiksi. Padahal potensi seni budaya di Banten sangat tinggi. Tidak hanya China Benteng saja yang menyimpan sejarah dan warisan budaya yang perlu dilestarikan, namun tentunya Banten juga memiliki Suku Baduy, komunitas unik dengan sejuta tabu yang tentunya potensial menjadi destinasi wisata, dengan warisan budayanya yang pasti menarik bagi dunia. Dan agar dunia mengetahui mengenai kearifan lokal mereka yang tak ada duanya, film bisa menjadi salah satu mediumnya.

Tapi, tentu saja Banten jauh lebih kaya daripada ‘sekadar’ China Benteng dan Baduy. Kekayaan budaya adalah suatu nilai lebih Banten, namun jika kita telaah lagi, banyak aspek-aspek potensi lain dari propinsi Banten yang bisa diperkenalkan melalui film. Hal ini termasuk potensi wilayah laut yang terletak di jalur lalu lintas yang strategis, daya tarik Gunung Krakatau yang sudah terkenal seantero dunia, potensi pariwisatanya, sejarahnya yang terkait peradaban kerajaan-kerajaan masa lampau, sampai kekhasan budaya yang tidak dimiliki propinsi lain, seperti Pencak Silat dan Debus.

Banten juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata yang belum tergarap dengan maksimal, sehingga dalam hal ini film bisa menjadi wahana promosi yang efektif. Salah satunya adalah Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan salah satu daerah konservasi alam dunia yang dicanangkan UNESCO sebagai world heritage site. Sebagaimana kita ketahui, wilayah hutan taman nasional ini merupakan habitat dari badak bercula satu yang hampir punah.

Pantai Carita, Tanjung Lesung dan Pulau Umang yang terletak di daerah Serang dan Pandeglang juga merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi wisatawan. Berbatasan dengan beberapa wilayah laut termasuk Selat Sunda dan Samudera Indonesia, Banten memang memiliki pantai-pantai cantik seperti Pantai Sawarna di Banten Selatan, yang sangat cocok untuk olahraga selancar.

Namun, membicarakan Banten dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa takkan lengkap tanpa mengupas mengenai infrastruktur penunjangnya, termasuk sarana transportasi, akses jalan dan sebagainya. Selain sebagai propinsi dimana Bandara Internasional Soekarno – Hatta berada, tentu saja sebagai kawasan yang sedang terus berbenah, Banten terus memperbaiki akses jalannya, sehingga mempermudah proses pembangunan. Akses ini penting karena di Banten termasuk salah satu kawasan industri di tanah air.
Di samping itu, karena posisinya yang berada tidak jauh dari ibukota Jakarta, sebagian daerah Banten menjadi penyangga kawasan yang bernilai sosial ekonomi, termasuk menyimpan potensi kependudukan yang tinggi. Dalam hal ini, dikaitkan sebagai fungsi film sebagai medium pendidikan, isu-isu ini tentu saja bisa dielaborasi menjadi tema fim yang mendidik, mencerahkan sekaligus mengadvokasi terbentuknya tatanan masyarakat yang lebih baik.
Merupakan mimpi bersama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan ini, untuk melihat daerahnya lebih baik dan lebih dikenal melebihi batas geografis, sekaligus menghasilkan pertumbuhan yang menguntungkan. Setiap masyarakat bisa melakukan cara-cara independen dan kreatif seperti berkomunikasi melalui media film. Oleh karena itu, saya berpendapat, upaya memperkenalkan Banten perlu ditunjang oleh bersatunya komunitas pembuat film di Banten, yang berkomitmen untuk membuat film, dari dan untuk Banten.
sumber foto: http://bantenculturetourism.com
11 Kasus PR Terheboh 2011
Akibat kasus penggelapan dana yang dilakukan karyawannya sendiri, Citibank harus menerima sanksi dari Bank Indonesia berupa larangan menerima nasabah baru bagi layanan Prioritas selama setahun. Sialnya, hal ini diperparah dengan kasus tewasnya nasabah kartu kredit akibat ulah debt collector, sehingga BI juga memberikan sanksi berlapis yang melarang Citibank untuk menggunakan jasa penagihan piutang kartu kredit selama dua tahun serta larangan menerbitkan kartu kredit baru selama dua tahun.
Situasi ini jelas menimbulkan kerugian besar bagi bisnis bank asing terkemukan itu di Indonesia, terutama jika elemen reputasi ikut diperhitungkan. Bagi perusahaan, badan pemerintah, atau individu, reputasi sangat penting. Bila reputasi jatuh, dibutuhkan sumber daya yang lebih besar untuk memulihkannya.
Sepanjang tahun 2011, Majalah MIX mencatat beberapa kasus PR terheboh yang mengancam reputasi citra perusahaan, individu, atau badan pemerintah, termasuk kasus yang melibatkan Citibank tersebut. Dibawah ini 11 diantaranya. (Diterbitkan di majalah MIX Edisi Januari 2012). Disusun oleh Iskandar Julkarnaen
1. Industri Telko dan Isu Pencurian Pulsa

Isu pencurian pulsa sejatinya mulai merebak sejak tahun 2010 ketika YLKI menerima 101 pengaduan dari masyarakat dimana hampir separuhnya merupakan keluhan pengambil pulsa. Namun baru pada penghujung 2011, isu penyedotan pulsa ini masuk ke dalam tahap krisis PR yang melanda semua operator.
Dalam kasus ini, hampir semua operator seluler Indonesia terlibat seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis Telecom, Hutchison, dan Bakrie Telecom. Kasus sempat memburuk ketika para operator seluler tersebut dianggap saling melempar kesalahan dengan content provider dan dipercaya telah melakukan penipuan kepada konsumen. Konsumen bahkan berusaha melawan para operator dengan menggelar kampanye mematikan telepon seluler selama dua jam pada Sabtu, 15 Oktober 2011.
Beberapa upaya penyelesaianpun diambil. YLKI berusaha menindaklanjuti kasus ini bersama dengan Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia. Operator seluler juga mengambil langkah-langkah pemulihan citra masing-masing, sampai akhirnya pemerintah turun tangan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Isu penipuan mulai berangsur-angsur berkurang, terlebih ketika pemerintah melarang operator berbisnis dengan 60 content provider yang sudah di-black list. Untuk melengkapi pemulihan citra ini, operator akhirnya mengembalikan uang dari hasil 'penyedotan' pulsa pelanggannya yang nilainya hampir mencapai Rp 1 Miliar.
2. Angelina Sondakh dan “Inisial BS”
Nama Angelina Sondakh sering disebut-sebut terkait dengan kasus suap wisma atlet SEA GAMES, yang mengemuka sepanjang tahun 2011 ini. Sampai saat ini status Angelina adalah saksi dengan tersangka M. Nazarudin. Politisi inilah yang berulang kali menyebut bahwa Angelina berperan penting dalam kasus yang bisa merusak citranya ini.

Mantan Putri Indonesia ini terkesan santai menjaga reputasinya. Ia kelihatan sangat yakin bahwa citranya bersih dari skandal korupsi. Bahkan, ketika kasus ini belum selesai, Angelina ditengarai memiliki hubungan asmara dengan salah seorang penyidik KPK yang berinisial BS yang membuat sang penyidik dikembalikan ke kepolisian.
3. Recovery “Jangka Panjang” Citibank

Dua kasus yang menimpa Citibank menyiratkan perlunya perbaikan sistem internal di bank asing tersebut. Apalagi strategi PR recovery yang dilakukan Citibank terhitung kurang intensif, menyusul minimnya pernyataan Citibank di media massa. “Kami tidak bisa berkomentar banyak sampai kasusnya selesai,” kata Ditta Amahorseya, Country Head of Corporate Affairs Citibank kepada MIX dalam wawancara beberapa lama berselang.
Tapi, belum ada kepastian kapan kasus ini bisa dianggap ini selesai. Melinda Dee, terdakwa kasus pencucian uang dan tindak pidana perbankan—yang dianggap sudah mencoreng reputasi Citibank, baru menjalani sidang perdana 8 November lalu. Setelah wanita berdarah Aceh tersebut, polisi juga telah menetapkan tiga tersangka baru pada awal Desember lalu. Sementara itu, untuk kasus yang menimpa debt collector-nya, sampai saat ini juga masih berjalan di persidangan.
Menurut Presiden Direktur Fortune PR, Citibank menghadapi tantangan yang tidak mudah. “Citibank perlu memperbaiki sistemnya, dan sebagai upaya recovery, masyarakat perlu tahu kalau perbaikan itu sudah dilakukan.”
4. Delay Lima Jam Garuda Indonesia
Berambisi menjadi maskapai penerbangan dengan reputasi zero delay, Garuda Indonesia justru beberapa kali menuai protes penumpang yang kesal dengan penundaan penerbangan selama berjam-jam. Terakhir, delay dialami oleh penumpang Garuda Indonesia tujuan Yogyakarta pada akhir November lalu yang harus terlunta-lunta di Bandara Soekarno- Hatta selama lima jam sebelum akhirnya diberangkatkan.
Beberapa sumber menyebutkan, Garuda awalnya tidak menunjukkan itikad baik untuk menenangkan penumpang yang kesal, sebelum akhirnya memberikan kompensasi sebesar Rp 300 ribu/ penumpang. Untuk kasus delay ini, Garuda menyebut cuaca buruk sebagai penyebabnya. Pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00, awalnya diinformasikan akan ditunda sampai pukul 20.00. Namun, pesawat baru benar-benar berangkat pada pukul 22.45, mengangkut para penumpang yang kecewa.
Pada kasus penundaan lain seperti yang terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda, September lalu, Garuda menyebut gangguan pada sistem hidrolik sebagai biang keladinya. Garuda meredam krisis dengan menginapkan seluruh penumpang di Banda Aceh, dan menawarkan jadwal penerbangan lain.

Sementara itu, pada kesempatan lain, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan bahwa pihaknya bisa memahami jika jadwal penerbangan tertunda karena faktor cuaca yang tak bisa diantisipasi manusia. “"Kalau keterlambatan karena perawatan mesin atau operasional ini menunjukkan kualitas pelayanan maskapai," ujarnya.
5. Lion Air: Late is Our Name?
Karena seringnya mengalami keterlambatan penerbangan, Lion Air beroleh akronim baru: Late Is Our Name. Sindiran ini kerap terdengar dari obrolan di media-media sosial yang menyinggung maskapai penerbangan swasta nasional ini.
Kenyataannya, seperti yang dikutip dari situs berita online, penumpang pesawat Lion Air seakan sudah terbiasa mengalami penundaan penerbangan. “Bahkan hampir dalam setiap penerbangan selalu terjadi delay,” kata seorang penumpang kepada Okezone, belum lama berselang.
Mengenai penyebabnya, pihak Lion Air menyebut beberapa hal termasuk jadwal kru yang bermasalah, cuaca buruk, sampai permasalahan yang bersifat teknis. Sumber menyebutkan persamalahan delay penerbangan Lion Air ini telah disoroti sejak lama oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait menyebut bahwa pihaknya selalu memperlakukan penumpang sesuai dengan Keputusan Menhub (KM) No. 25 tahun 2010. Peraturan tersebut mewajibkan maskapai untuk memberikan makanan saat penumpang sedang menunggu, termasuk menginapkan penumpang bila pesawat terbang ditunda sampai hari berikutnya.
6. Heboh Blackberry Setengah Harga

Maksud hati membuat sebuah acara penjualan perdana yang sukses, namun event yang digelar Blackberry pada akhir November lalu ini malah menuai kekisruhan. Tidak hanya membuat Kapolsek Kebayoran Baru dicopot, tapi peristiwa ini juga menyeret beberapa pihak di belakang penyelenggaraan acara ini ke ranah hukum. Tidak tanggung-tanggung, kasus ini menyeret Presiden Direktur RIM Indonesia, Andy Cobham menyusul penetapan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka berasal dari event organizer, pihak Pacific Place, dan konsultan keamanan yang ditunjuk RIM.
Bagaimana RIM bisa menyelenggarakan acara yang berujung kekisruhan menjadi pertanyaan banyak pihak, termasuk Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot Dewobroto. “Jangan karena dinilai sebagai pasar yang captive, RIM bisa menjadi sembarangan,” kata Gatot kepada media. Sebelumnya, merek-merek seperti Samsung dan Esia juga pernah mengadakan penjualan perdana dengan diskon, namun tidak berujung dengan kekacauan.
7. “Charity Settingan” TV One

Kasus ini mencuat setelah aktifis kemanusiaan Valencia Mieke Randa diundang oleh sosialita Fifie Buntaran untuk menghadiri acara amal di sebuah hotel pertengahan November lalu. Acara tersebut seharusnya dimaksudkan untuk menolong seorang anak bernama Nando yang menderita gagal ginjal. Acara dikemas sebagai malam lelang gaun-gaun yang ditampilkan dalam acara charity fashion show dan berhasil mengumpulkan dana ratusan juta rupiah.
Masalah muncul ketika di akhir acara, Valencia tidak menerima dana apapun, bahkan penggiat BloodForLife itu diberikan informasi bahwa acara itu hanya rekayasa. Valencia yang kecewa semakin kecewa, ketika melihat tayangan acara malam itu di TVOne, dan mengekspresikan kekecewaanya di twitter.
Yang terjadi kemudian adalah opini publik terbentuk terhadap reputasi Fifie Buntaran sekaligus kredibilitas TVOne sebagai stasiun TV berita. Komisi Penyiaran Indonesia, menuduh TVOne melakukan rekayasa, sebuah tuduhan yang kemudian ditangkis TVOne. Bahkan TVOne, melalui GM Internal Affair-nya, Toto Suryanto menyatakan tidak akan meminta maaf terkait dengan tayangan tersebut. Sementara itu, Fifie Buntaran yang merasa citranya dicemarkan dalam peristiwa ini belakangan menunjuk seorang pengacara untuk menggugat TVOne dan memulihkan reputasinya.
8. Kisruh Tak Berujung PSSI
Prestasi sepakbola Indonesia yang sedang menanjak ternyata tidak berjalan linier dengan citra induk organisasi yang menaunginya. Sebab belum enam bulan sejak Kongres Luar Biasa PSSI untuk menggantikan kepemimpinan Nurdin Halid berlalu, kisruh kembali terjadi. Kali ini ada tuntutan untuk membuat KLB PSSI yang diminta oleh pihak-pihak yang dulunya menjatuhkan Nurdin Halid dan menunjuk Djohar Arifin sebagai penggantinya. Alhasil, PSSI-pun kerap dicitrakan secara negatif.
Entah apa yang terjadi di tubuh PSSI, namun dualisme kompetisi sepakbola yang terjadi di Indonesia juga tidak terselesaikan. Bahkan hal ini membuat organisasi sepakbola dunia, FIFA turun tangan. Juru Bicara PSSI, Edi Elison, mengungkapkan FIFA mendesak PSSI menyelesaikan dualisme ini melalui surat resmi FIFA yang diterima PSSI, 22 Desember 2011.

Anehnya, terjadi perubahan pada badan yang dianggap sah menggelar kompetisi sepakbola di Indonesia. Dulu, Indonesia Super League (ISL) merupakan badan yang diakui PSSI. Namun saat ini posisinya terbalik. "Tiba-tiba, barang yang dari dulu halal menjadi haram. Yang dulu legal jadi ilegal dan sebaliknya. Ini aneh," komentar anggota Komisi X DPR RI, Deddy Gumelar.
9. Ancol dan Isu Keselamatan
Tahun 2011 Ancol sempat terkena isu masalah keselamatan ketika dua wahananya mengalami kecelakaan, yaitu Tornado dan Atlantis. Tornado mengalami macet pada bulan Juli 2011, saat menerbangkan 15 pengunjung, namun berhasil dilakukan evakuasi. Peristiwa macetnya Tornado ini sempat ramai diperbincangkan meski kemudian media-media menulis bahwa peristiwa ini terjadi semata karena kesalahan teknis, dan bukan karena kelalaian.
Namun, pada bulan September, kecelakaan terjadi di Atlantis Water ketika hiasan wahana tersebut ambruk. Peristiwa ini menyebabkan empat pengunjung terluka. Berita beredar pertama kali di twitter saat ada yang men-share foto rubuhnya papan seluncuran tersebut. Bahkan peristiwa ini juga sempat mengundang komentar dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Menanggapi kejadian ini, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi langsung menyatakan permohonan maafnya kepada pengunjung Atlantis Water Adventure. Pengunjung yang terluka ditangani di rumah sakit, dengan biaya pengobatan ditanggung oleh pihak Ancol. Bahkan para korban ini kemudian diberikan perlakukan khusus berupa tiket gratis masuk Ancol selama setahun penuh.
10. Freeport dan Isu Eksploitasi
Aksi mogok karyawan Freeport yang telah berlangsung selama tiga bulan (September-Desember 2011), membuat citra korporat perusahaan tambang dunia tersebut tercederai. Publik melihat Freeport sebagai perusahaan yang mengeksploitasi tenaga kerja Indonesia dengan memberlakukan standar gaji yang lebih rendah dibandingkan tenaga kerja asingnya. Isu lain juga muncul seperti eksploitasi sumber daya alam dan fakta bahwa pembayar pajak terbesar di Indonesia itu memberikan dana hingga 14 juta dolar AS kepada aparat untuk mengamankan aset mereka di Papua.

Aksi mogok yang diikuti 6000 karyawan atau 90% dari total karyawan Freeport ini, sayangnya berjalan ricuh bahkan memakan korban jiwa dan luka-luka akibat aksi penembakan dan pembubaran paksa. Hal ini diperparah dengan aksi penembakan misterius yang masih sering terjadi di lingkungan sekitar Freeport.
Untuk mengurangi kerugian yang berlanjut akibat mogok besar-besaran ini, Freeport melakukan negosiasi yang sempat berjalan alot. Kesepakatan damai antara manajemen Freeport dan Serikat Pekerja Freeport akhirnya tercapai, dengan salah satu poinnya adalah persetujuan kenaikan gaji karyawan. Freeport juga kemudian beriklan di media massa berisi pernyataan komitmen mereka terhadap Indonesia.
11. Jembatan Kukar Runtuh, Isu Korupsi Menyeruak
Bagaimana sebuah jembatan yang baru berusia 10 tahun bisa runtuh, membuat banyak pihak bertanya-tanya sebab biasanya jembatan dibangun dengan daya tahan minimum di atas 40 tahun. Oleh karena itu, runtuhnya Jembatan Kutai Kartanagara di Kalimantan Timur ini menimbulkan beberapa spekulasi, termasuk indikasi adanya korupsi dalam pengerjaan proyek jembatan yang sering dibandingkan dengan jembatan Golden Gate, San Fransisco ini.

Sampai saat ini, masih dilakukan penyelidikan mengenai penyebab runtuhnya jembatan ini, namun beberapa pihak sudah mengambil langkah-langkah tertentu untuk menjaga reputasinya. Salah satunya adalah Bupati Kutai Kartanagara, Rita Widyasari yang memberikan santunan kepada korban bencana tersebut dari dana pribadinya, selain bantuan resmi dari pemerintah Kabupaten Kutai Kartanagara.
Situasi ini jelas menimbulkan kerugian besar bagi bisnis bank asing terkemukan itu di Indonesia, terutama jika elemen reputasi ikut diperhitungkan. Bagi perusahaan, badan pemerintah, atau individu, reputasi sangat penting. Bila reputasi jatuh, dibutuhkan sumber daya yang lebih besar untuk memulihkannya.
Sepanjang tahun 2011, Majalah MIX mencatat beberapa kasus PR terheboh yang mengancam reputasi citra perusahaan, individu, atau badan pemerintah, termasuk kasus yang melibatkan Citibank tersebut. Dibawah ini 11 diantaranya. (Diterbitkan di majalah MIX Edisi Januari 2012). Disusun oleh Iskandar Julkarnaen
1. Industri Telko dan Isu Pencurian Pulsa

Isu pencurian pulsa sejatinya mulai merebak sejak tahun 2010 ketika YLKI menerima 101 pengaduan dari masyarakat dimana hampir separuhnya merupakan keluhan pengambil pulsa. Namun baru pada penghujung 2011, isu penyedotan pulsa ini masuk ke dalam tahap krisis PR yang melanda semua operator.
Dalam kasus ini, hampir semua operator seluler Indonesia terlibat seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis Telecom, Hutchison, dan Bakrie Telecom. Kasus sempat memburuk ketika para operator seluler tersebut dianggap saling melempar kesalahan dengan content provider dan dipercaya telah melakukan penipuan kepada konsumen. Konsumen bahkan berusaha melawan para operator dengan menggelar kampanye mematikan telepon seluler selama dua jam pada Sabtu, 15 Oktober 2011.
Beberapa upaya penyelesaianpun diambil. YLKI berusaha menindaklanjuti kasus ini bersama dengan Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia. Operator seluler juga mengambil langkah-langkah pemulihan citra masing-masing, sampai akhirnya pemerintah turun tangan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Isu penipuan mulai berangsur-angsur berkurang, terlebih ketika pemerintah melarang operator berbisnis dengan 60 content provider yang sudah di-black list. Untuk melengkapi pemulihan citra ini, operator akhirnya mengembalikan uang dari hasil 'penyedotan' pulsa pelanggannya yang nilainya hampir mencapai Rp 1 Miliar.
2. Angelina Sondakh dan “Inisial BS”
Nama Angelina Sondakh sering disebut-sebut terkait dengan kasus suap wisma atlet SEA GAMES, yang mengemuka sepanjang tahun 2011 ini. Sampai saat ini status Angelina adalah saksi dengan tersangka M. Nazarudin. Politisi inilah yang berulang kali menyebut bahwa Angelina berperan penting dalam kasus yang bisa merusak citranya ini.

Mantan Putri Indonesia ini terkesan santai menjaga reputasinya. Ia kelihatan sangat yakin bahwa citranya bersih dari skandal korupsi. Bahkan, ketika kasus ini belum selesai, Angelina ditengarai memiliki hubungan asmara dengan salah seorang penyidik KPK yang berinisial BS yang membuat sang penyidik dikembalikan ke kepolisian.
3. Recovery “Jangka Panjang” Citibank

Dua kasus yang menimpa Citibank menyiratkan perlunya perbaikan sistem internal di bank asing tersebut. Apalagi strategi PR recovery yang dilakukan Citibank terhitung kurang intensif, menyusul minimnya pernyataan Citibank di media massa. “Kami tidak bisa berkomentar banyak sampai kasusnya selesai,” kata Ditta Amahorseya, Country Head of Corporate Affairs Citibank kepada MIX dalam wawancara beberapa lama berselang.
Tapi, belum ada kepastian kapan kasus ini bisa dianggap ini selesai. Melinda Dee, terdakwa kasus pencucian uang dan tindak pidana perbankan—yang dianggap sudah mencoreng reputasi Citibank, baru menjalani sidang perdana 8 November lalu. Setelah wanita berdarah Aceh tersebut, polisi juga telah menetapkan tiga tersangka baru pada awal Desember lalu. Sementara itu, untuk kasus yang menimpa debt collector-nya, sampai saat ini juga masih berjalan di persidangan.
Menurut Presiden Direktur Fortune PR, Citibank menghadapi tantangan yang tidak mudah. “Citibank perlu memperbaiki sistemnya, dan sebagai upaya recovery, masyarakat perlu tahu kalau perbaikan itu sudah dilakukan.”
4. Delay Lima Jam Garuda Indonesia
Berambisi menjadi maskapai penerbangan dengan reputasi zero delay, Garuda Indonesia justru beberapa kali menuai protes penumpang yang kesal dengan penundaan penerbangan selama berjam-jam. Terakhir, delay dialami oleh penumpang Garuda Indonesia tujuan Yogyakarta pada akhir November lalu yang harus terlunta-lunta di Bandara Soekarno- Hatta selama lima jam sebelum akhirnya diberangkatkan.
Beberapa sumber menyebutkan, Garuda awalnya tidak menunjukkan itikad baik untuk menenangkan penumpang yang kesal, sebelum akhirnya memberikan kompensasi sebesar Rp 300 ribu/ penumpang. Untuk kasus delay ini, Garuda menyebut cuaca buruk sebagai penyebabnya. Pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00, awalnya diinformasikan akan ditunda sampai pukul 20.00. Namun, pesawat baru benar-benar berangkat pada pukul 22.45, mengangkut para penumpang yang kecewa.
Pada kasus penundaan lain seperti yang terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda, September lalu, Garuda menyebut gangguan pada sistem hidrolik sebagai biang keladinya. Garuda meredam krisis dengan menginapkan seluruh penumpang di Banda Aceh, dan menawarkan jadwal penerbangan lain.

Sementara itu, pada kesempatan lain, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan bahwa pihaknya bisa memahami jika jadwal penerbangan tertunda karena faktor cuaca yang tak bisa diantisipasi manusia. “"Kalau keterlambatan karena perawatan mesin atau operasional ini menunjukkan kualitas pelayanan maskapai," ujarnya.
5. Lion Air: Late is Our Name?
Karena seringnya mengalami keterlambatan penerbangan, Lion Air beroleh akronim baru: Late Is Our Name. Sindiran ini kerap terdengar dari obrolan di media-media sosial yang menyinggung maskapai penerbangan swasta nasional ini.
Kenyataannya, seperti yang dikutip dari situs berita online, penumpang pesawat Lion Air seakan sudah terbiasa mengalami penundaan penerbangan. “Bahkan hampir dalam setiap penerbangan selalu terjadi delay,” kata seorang penumpang kepada Okezone, belum lama berselang.
Mengenai penyebabnya, pihak Lion Air menyebut beberapa hal termasuk jadwal kru yang bermasalah, cuaca buruk, sampai permasalahan yang bersifat teknis. Sumber menyebutkan persamalahan delay penerbangan Lion Air ini telah disoroti sejak lama oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait menyebut bahwa pihaknya selalu memperlakukan penumpang sesuai dengan Keputusan Menhub (KM) No. 25 tahun 2010. Peraturan tersebut mewajibkan maskapai untuk memberikan makanan saat penumpang sedang menunggu, termasuk menginapkan penumpang bila pesawat terbang ditunda sampai hari berikutnya.
6. Heboh Blackberry Setengah Harga

Maksud hati membuat sebuah acara penjualan perdana yang sukses, namun event yang digelar Blackberry pada akhir November lalu ini malah menuai kekisruhan. Tidak hanya membuat Kapolsek Kebayoran Baru dicopot, tapi peristiwa ini juga menyeret beberapa pihak di belakang penyelenggaraan acara ini ke ranah hukum. Tidak tanggung-tanggung, kasus ini menyeret Presiden Direktur RIM Indonesia, Andy Cobham menyusul penetapan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka berasal dari event organizer, pihak Pacific Place, dan konsultan keamanan yang ditunjuk RIM.
Bagaimana RIM bisa menyelenggarakan acara yang berujung kekisruhan menjadi pertanyaan banyak pihak, termasuk Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot Dewobroto. “Jangan karena dinilai sebagai pasar yang captive, RIM bisa menjadi sembarangan,” kata Gatot kepada media. Sebelumnya, merek-merek seperti Samsung dan Esia juga pernah mengadakan penjualan perdana dengan diskon, namun tidak berujung dengan kekacauan.
7. “Charity Settingan” TV One

Kasus ini mencuat setelah aktifis kemanusiaan Valencia Mieke Randa diundang oleh sosialita Fifie Buntaran untuk menghadiri acara amal di sebuah hotel pertengahan November lalu. Acara tersebut seharusnya dimaksudkan untuk menolong seorang anak bernama Nando yang menderita gagal ginjal. Acara dikemas sebagai malam lelang gaun-gaun yang ditampilkan dalam acara charity fashion show dan berhasil mengumpulkan dana ratusan juta rupiah.
Masalah muncul ketika di akhir acara, Valencia tidak menerima dana apapun, bahkan penggiat BloodForLife itu diberikan informasi bahwa acara itu hanya rekayasa. Valencia yang kecewa semakin kecewa, ketika melihat tayangan acara malam itu di TVOne, dan mengekspresikan kekecewaanya di twitter.
Yang terjadi kemudian adalah opini publik terbentuk terhadap reputasi Fifie Buntaran sekaligus kredibilitas TVOne sebagai stasiun TV berita. Komisi Penyiaran Indonesia, menuduh TVOne melakukan rekayasa, sebuah tuduhan yang kemudian ditangkis TVOne. Bahkan TVOne, melalui GM Internal Affair-nya, Toto Suryanto menyatakan tidak akan meminta maaf terkait dengan tayangan tersebut. Sementara itu, Fifie Buntaran yang merasa citranya dicemarkan dalam peristiwa ini belakangan menunjuk seorang pengacara untuk menggugat TVOne dan memulihkan reputasinya.
8. Kisruh Tak Berujung PSSI
Prestasi sepakbola Indonesia yang sedang menanjak ternyata tidak berjalan linier dengan citra induk organisasi yang menaunginya. Sebab belum enam bulan sejak Kongres Luar Biasa PSSI untuk menggantikan kepemimpinan Nurdin Halid berlalu, kisruh kembali terjadi. Kali ini ada tuntutan untuk membuat KLB PSSI yang diminta oleh pihak-pihak yang dulunya menjatuhkan Nurdin Halid dan menunjuk Djohar Arifin sebagai penggantinya. Alhasil, PSSI-pun kerap dicitrakan secara negatif.
Entah apa yang terjadi di tubuh PSSI, namun dualisme kompetisi sepakbola yang terjadi di Indonesia juga tidak terselesaikan. Bahkan hal ini membuat organisasi sepakbola dunia, FIFA turun tangan. Juru Bicara PSSI, Edi Elison, mengungkapkan FIFA mendesak PSSI menyelesaikan dualisme ini melalui surat resmi FIFA yang diterima PSSI, 22 Desember 2011.

Anehnya, terjadi perubahan pada badan yang dianggap sah menggelar kompetisi sepakbola di Indonesia. Dulu, Indonesia Super League (ISL) merupakan badan yang diakui PSSI. Namun saat ini posisinya terbalik. "Tiba-tiba, barang yang dari dulu halal menjadi haram. Yang dulu legal jadi ilegal dan sebaliknya. Ini aneh," komentar anggota Komisi X DPR RI, Deddy Gumelar.
9. Ancol dan Isu Keselamatan
Tahun 2011 Ancol sempat terkena isu masalah keselamatan ketika dua wahananya mengalami kecelakaan, yaitu Tornado dan Atlantis. Tornado mengalami macet pada bulan Juli 2011, saat menerbangkan 15 pengunjung, namun berhasil dilakukan evakuasi. Peristiwa macetnya Tornado ini sempat ramai diperbincangkan meski kemudian media-media menulis bahwa peristiwa ini terjadi semata karena kesalahan teknis, dan bukan karena kelalaian.
Namun, pada bulan September, kecelakaan terjadi di Atlantis Water ketika hiasan wahana tersebut ambruk. Peristiwa ini menyebabkan empat pengunjung terluka. Berita beredar pertama kali di twitter saat ada yang men-share foto rubuhnya papan seluncuran tersebut. Bahkan peristiwa ini juga sempat mengundang komentar dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Menanggapi kejadian ini, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi langsung menyatakan permohonan maafnya kepada pengunjung Atlantis Water Adventure. Pengunjung yang terluka ditangani di rumah sakit, dengan biaya pengobatan ditanggung oleh pihak Ancol. Bahkan para korban ini kemudian diberikan perlakukan khusus berupa tiket gratis masuk Ancol selama setahun penuh.
10. Freeport dan Isu Eksploitasi
Aksi mogok karyawan Freeport yang telah berlangsung selama tiga bulan (September-Desember 2011), membuat citra korporat perusahaan tambang dunia tersebut tercederai. Publik melihat Freeport sebagai perusahaan yang mengeksploitasi tenaga kerja Indonesia dengan memberlakukan standar gaji yang lebih rendah dibandingkan tenaga kerja asingnya. Isu lain juga muncul seperti eksploitasi sumber daya alam dan fakta bahwa pembayar pajak terbesar di Indonesia itu memberikan dana hingga 14 juta dolar AS kepada aparat untuk mengamankan aset mereka di Papua.

Aksi mogok yang diikuti 6000 karyawan atau 90% dari total karyawan Freeport ini, sayangnya berjalan ricuh bahkan memakan korban jiwa dan luka-luka akibat aksi penembakan dan pembubaran paksa. Hal ini diperparah dengan aksi penembakan misterius yang masih sering terjadi di lingkungan sekitar Freeport.
Untuk mengurangi kerugian yang berlanjut akibat mogok besar-besaran ini, Freeport melakukan negosiasi yang sempat berjalan alot. Kesepakatan damai antara manajemen Freeport dan Serikat Pekerja Freeport akhirnya tercapai, dengan salah satu poinnya adalah persetujuan kenaikan gaji karyawan. Freeport juga kemudian beriklan di media massa berisi pernyataan komitmen mereka terhadap Indonesia.
11. Jembatan Kukar Runtuh, Isu Korupsi Menyeruak
Bagaimana sebuah jembatan yang baru berusia 10 tahun bisa runtuh, membuat banyak pihak bertanya-tanya sebab biasanya jembatan dibangun dengan daya tahan minimum di atas 40 tahun. Oleh karena itu, runtuhnya Jembatan Kutai Kartanagara di Kalimantan Timur ini menimbulkan beberapa spekulasi, termasuk indikasi adanya korupsi dalam pengerjaan proyek jembatan yang sering dibandingkan dengan jembatan Golden Gate, San Fransisco ini.

Sampai saat ini, masih dilakukan penyelidikan mengenai penyebab runtuhnya jembatan ini, namun beberapa pihak sudah mengambil langkah-langkah tertentu untuk menjaga reputasinya. Salah satunya adalah Bupati Kutai Kartanagara, Rita Widyasari yang memberikan santunan kepada korban bencana tersebut dari dana pribadinya, selain bantuan resmi dari pemerintah Kabupaten Kutai Kartanagara.
Rabu, 28 Desember 2011
Asian Gastrodiplomacy: To Taste Us is To Love Us!

Di beberapa negara di Asia, kesadaran akan pentingnya Gastrodiplomacy sebagai elemen penting destination branding telah muncul sejak satu dasawarsa yang lalu. Negara seperti Thailand, Korea, Singapura dan Taiwan sudah memiliki program yang khusus dibuat untuk memperkenalkan kekutan kulinernya kepada dunia.

Pearl Milk Tea adalah minuman yang sangat terkenal di kalangan remaja di Amerika Serikat. Minuman ini juga dikenal sebagai ‘boba’ atau bubble tea. Boba mudah ditemui di mal manapun di negara tersebut bahkan menjadi bagian dari budaya pop. Seorang penulis graphic novel berjudul “American Born Chinese” bahkan memasukkan adegan dua remaja menikmati boba di dalam karyanya.
Namun, meski sangat terkenal, tidak banyak yang tahu bahwa boba berasal dari sebuah negara Asia, tepatnya Taiwan. “The sad reality is that most American teenagers are very familiar with bubble tea from their ubiquity at shopping malls than the country that invented the balls of gooey fun,” kata Paul Rockower, seorang gastronomist. Menurut Rockower, mengkaitkan boba dengan Taiwan adalah salah satu dari pekerjaan rumah yang harus dibereskan Taiwan sebagai bagian dari strategi gastrodiplomacy yang sedang dilakukan negara tersebut.
Taiwan, menurut Rockower memang sedang gencar mempromosikan kekuatan kulinernya. “Sampai dengan tahun 2013, negara tersebut menginvestasikan dana senilai 34,2 juta dollar AS sebagai anggaran diplomasi kuliner,” kata Rockower pada sebuah situs. Diplomasi kuliner Taiwan, kata Rockower, termasuk penyelenggaraan festival gourmet internasional di Taiwan, dan mengirim chef mereka ke berbagai kompetisi kuliner internasional. “Selain itu, Taiwan akan memperkenalkan restorannya ke seluruh dunia, mendirikan restoran tersebut di mal dan sampling di beberapa bandara internasional,” jelas Rockower.
Rockower sangat yakin Taiwan memiliki potensi sebagai surga makanan lezat dunia. “Makanan Taiwan memiliki karakter rasa yang unik karena berakar dari China, dan dipengaruhi cita rasa dari Jepang—yang pernah menduduki Taiwan, selain berasal dari elemen Hakka dan unsur pribumi lain,” jelas Rockower. Salah satu makanan eksotik dari Taiwan, menurut Rockower adalah stinky tofu.
Menurut Rockower, Taiwan sangat serius mempromosikan kekuatan kulinernya, sehingga negara tersebut mendirikan yayasan khusus untuk mendukung makanan Taiwan. “Yayasan tersebut didirikan untuk mendukung restoran dan coffe shop yang mempromosikan makanan Taiwan di luar negeri,” katanya. Salah satu coffee shop yang terkenal dari Taiwan adalah Coffe Store 85C, yang membuat pelanggan AS mengantri untuk minuman berjenis iced-sea salt latte.
Selain Taiwan, menurut Rockower, salah satu negara asia yang sangat serius mempromosikan kekuatan kulinernya adalah Thailand. “Gastrodiplomacy was a technique perfected by Thailand, which first used its kitchens and restaurants as outposts of cultural diplomacy,” jelas Rockower. Rockower mencatat restoran Thailand adalah salah satu restoran dengan pertumbuhan popularitas tercepat di dunia. “Semua itu terjadi karena sejak tahun 2001, pemerintah Thailand meluncurkan “Global Thai Program” yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah restoran Thailand di seluruh dunia,” katanya.
Menurut Rockower, pemerintah Thailand sangat yakin bahwa kekuatan kuliner negara tersebut harus ditunjang dengan banyaknya restoran Thailand. “Banyaknya jumlah restoran Thailand tidak hanya untuk memperkenalkan makanan Thailand yang pedas nikmat kepada konsumen baru dan mengundang banyak turis berkunjung ke Thailand, tapi juga memperdalam hubungan Thailand dengan negara-negara lain,” kata Rockower mengutip otoritas pemerintah Thailand yang dimuat di The Economist.

Sementara itu, agresifitas Singapura untuk mempromosikan diri sebagai ibu kota kuliner dunia ditunjukkan dengan pembentukan SPICE atau Singapore International Culinary Exchange. “Spice bertujuan untuk memperkenalkan 15 makanan singapura kepada 9 kota di seluruh dunia, disertai dengan 9 chef, dalam perjalanan selama satu tahun penuh,” kata Rockower. Spice, jelas Rockower mengunjungi London, Paris, Moskow, New York, Hong Kong, Shanghai, New Delhi, Dubai dan Sydney, dengan misi untuk mempromosikan positioning negara tersebut sebagai pusat kuliner yang paling inovatif. “Di tiap kota tersebut, chef dari Singapura bekerja sama dengan chef lokal dalam 3 hari event,” kata Rockower.
Menariknya, roadshow untuk memperkenalkan makanan khas negara pulau tersebut memanfaatkan mobile pop up kitchen, yang bisa dibawa kemana-mana, yang disebut sebagai Singapore Take Out. Pada September lalu, Singapore Take Out mengunjungi New York. Sebagaimana diberitakan Channelnewsasia.com, beragam makanan diperkenalkan kepada warga The Big Apple termasuk laksa, short ribs, pork buns dan buah keluak.
Malcolm Lee, chef Singapura dengan spesialisasi masakan peranakan dalam roadshow tersebut bekerja sama dengan chef terkenal di New York. Beberapa diantara chef terkenal tersebut adalah Anthony Ricco, Dominique Ansel dan chef terkenal, Ed Cotton, yang terinspirasi untuk menciptakan resep baru dari masakan-masakan khas Singapura. “Saya akan membuat rivoli dari chilli crab dan mie yang dikenal sebagai char kway teow,” kata Cotton.
Sementara itu, CEO Singapore Toursm Board, Aw Kah Peng mengatakan bahwa kerja sama dengan chef lokal adalah elemen penting dalam gastrodiplomacy Singapura. “Melalui kerjasama dengan chef lokal kami ingin menciptakan resep-resep baru yang terinspirasi dari makanan khas Singapura, dan menunjukkan diversitasnya, selain keajaiban-keajaiban yang bisa tercipta dari perpaduan chef kami dan chef lokal,” kata Peng.
Seperti Singapura, Korea juga giat memperkenalkan kekayaan kulinernya dengan aktif berkeliling dunia melalui aktifitas yang kerap disebut sebagai ‘The Kimchi Diplomacy’. Pada tahun 2009, Kim Yoon-ok, istri Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, memulai diplomasi ini dengan memasak bersama chef AS dengan mengundang para veteran Perang Korea di negara tersebut, sebagai audience. “Saya ingin memperkenalkan cita rasa Korea baru yang positif dan lezat, yang mungkin tidak sempat mereka ketahui ketika terlibat perang,” kata Kim kepada The New York Times.
Begitu seriusnya pemerintah Korea dalam mempromosikan kuliner negaranya, sehingga Korea bahkan menargetkan untuk masuk ke dalam Top 5 kuliner dunia pada tahun 2017. Sebuah sumber menyebutkan bahwa Korea tengah gencar memperkenalkan bibimpap dan bulgogi agar bisa bersaing dengan makanan khas Asia lain, seperti sushi. Selain itu, sejumlah dana juga digelontorkan termasuk beasiswa bagi mahasiswa Korea untuk mempelajari dunia kuliner.
Lebih jauh, sejumlah penelitian dan pengembangan terhadap makanan juga dilakukan, termasuk festival yang khusus mengangkat makanan tertentu misalnya Tteokbokki, semacam kue beras. Kampanye ini, sebagaimana ditulis oleh NYTimes juga berusaha untuk meluruskan opini publik terhadap cita rasa Korea. Selama bertahun-tahun, makanan asli Korea terlanjur melekat dengan citra terlalu pedas, terlalu banyak bawang putih dan terlalu asam. Contohnya adalah Kimchi, yang aromanya sangat kuat.
Menariknya, kebanggaan terhadap makanan asli negaranya juga diikuti oleh kesadaran warga Korea sendiri untuk lebih banyak menyajikan makanan lokal. “Setelah perang, Korea terjangkit wabah makanan barat, tapi kini banyak restoran mahal di Korea yang kembali gencar mempromosikan makanan khasnya sendiri, bahkan termasuk cara pembuatannya,” tulis NYTimes.
(artikel ini dimuat di Majalah MIX- Marketing Communication edisi Oktober 2011
Rabu, 21 Desember 2011
Hallyu: A Wave Beyond Drama


Selama lebih dari satu dekade terakhir, Korea Selatan dengan penduduk hanya sekitar 50 juta orang telah menginvasi dunia melalui serial drama, musik pop, dance dan filmnya. Yang menarik, konsumsi dunia terhadap produk budaya pop negara ginseng ini juga mempengaruhi preferensi terhadap produk gaya hidup Korea seperti elektronika, telepon seluler, mobil dan destinasi wisata. Bagaimana gelombang dahsyat ini bisa terjadi?
“I’ll make great efforts so that I will be as popular as Yon-sama and be called Jun-sama.”
Kata-kata diatas diucapkan oleh mantan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi yang merespon kekecewaan rakyatnya pada suatu hari di tahun 2004 lalu. Pada waktu itu serial drama korea “Winter Sonata” sedang berada di puncak ketenarannya sejak pertama kali di tayangkan oleh stasiun TV Jepang, NHK pada tahun 2003. Serial tersebut melahirkan sebuah fenomena budaya dan perubahan perilaku masyarakat yang sebelumnya tak pernah terjadi di negara matahari terbit, melalui sebuah sindrom yang dikenal sebagai The Yon-sama Syndrome.
Yon-sama adalah nama yang diberikan penonton Jepang terhadap aktor utama “Winter Sonata”, Bae Yong-joon. Saking populernya Yon-sama dan “Winter Sonata” sampai ketika NHK tidak menayangkan serial tersebut dan menggantinya dengan siaran kunjungan PM Junichiro Koizumi ke Korea Utara, terdapat lebih dari 3000 telepon yang memprotes pembatalan tayangan tersebut.
Yon-sama syndrome diikuti dengan fenomena “agama” Yon-sama sampai “penyakit” Yon-sama, yang umumnya “diidap” oleh wanita kelas menengah berusia sekitar 30 tahun, bahkan termasuk istri PM Jepang sendiri. Banyak sosiolog dan psikolog yang menganalisis fenomena ini, dan melahirkan teori bahwa aktor Korea digila-gilai karena memiliki karisma romantic yang jarang ada di TV Jepang: mereka sopan, dan bisa membuat wanita merasa nyaman. Kecuali mengubah persepsi rakyat Jepang terhadap orang Korea, “Winter Sonata” juga mendatangkan turis Jepang ke Korea senilai 84 juta won, sementara penjualan DVD-nya sendiri menghasilkan angka 3 triliun won.
Namun sebenarnya, “hallyu” (yang artinya gelombang Korea, dalam bahasa Korea), sudah terjadi sejak tujuh tahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 1997 di China. Pada saat itu, stasiun TV China, CCTV menayangkan drama keluarga, berjudul “What is Love”. Serial ini adalah produk Korea pertama yang ditayangkan televisi nasional China yang mampu menjangkau seluruh daratan China, menandai perubahan perilaku konsumsi penonton TV China yang sebelumnya mengkonsumsi opera sabun dari Eropa, Amerika, Hongkong dan Taiwan. Setelah “What is Love”, China jatuh cinta drama Korea seolah-olah mereka benar-benar menemukan sebuah dunia baru.
Seperti perubahan perilaku penonton yang terjadi di Jepang, demam Korea di China juga menyebabkan hal yang sama. Pada tahun 1998, remaja di China mengecat rambut mereka mengikuti grup musik Korea, H.O.T. “Pada tahun 1999, pusat perbelanjaan di Beijing mulai menjual produk-produk Korea, bahkan pada tahun 2003, Hyundai Motor mulai menjual mobil dan menjadi salah satu merek besar di China,” kata Hong Qingbo, editor majalah Dangdai, China.
Selain Jepang dan China, demam Korea juga menginvasi negara lain termasuk Iran, Saudi Arabia, Yordania, Thailand, Peru, Kanada, Australia, dan Perancis. Di beberapa negara muslim seperti di kawasan Timur Tengah, drama Korea diterima dengan baik mengingat content-nya yang dianggap ‘sopan’. Lucunya, drama Korea di beberapa negara tujuan ekspornya, seolah menjadi bagian dari strategi diplomasi, seperti yang terjadi di Iran. Baru-baru ini, ketika drama “Dae Jang Geum” mengakhiri masa tayangnya, sekitar 100 pejabat tinggi Iran berkumpul di Kedutaan Korea untuk merayakan episode terakhir ini. Sumber menyebutkan inilah untuk pertama kalinya begitu banyak pejabat tinggi Iran bisa menghadiri suatu acara bersama-sama.
Kecuali didorong oleh produk drama serialnya, dunia juga merayakan gelombang Korea melalui penikmatan terhadap apa yang disebut sebagai Korean Pop. Pada bulan Juni lalu, sekitar 7000 penonton memadati Le Zenith de Paris, salah satu venue terbesar di Paris yang biasa digunakan untuk konser-konser besar. Anak-anak muda dari kota teromantis di dunia itu berdesak-desakan untuk menyaksikan penampilan band-band yang mengusung genre K-Pop, salah satunya adalah Super Junior.
Penonton yang rata-rata berusia remaja atau 20 tahunan, menggila ketika mereka untuk pertama kalinya menonton secara langsung band yang sebelumnya hanya mereka nikmati melalui YouTube. Even dua hari ini otomatis menjadi sensasi media karena penerimaan tak terkirakan fans Eropa terhadap musik Korea, dan menjadi headline dari media Eropa, termasuk harian Perancis, Le Monde.
Terkait dengan pemanfaatan YouTube, K-Pop memang tak tertandingi. Seperti konser di Paris yang di-posting secara real time di situs video terbesar tersebut, hampir semua band K-Pop telah menggunakan YouTube untuk promosi musiknya. Popularitas K-Pop bisa lebih dulu terjadi di dunia maya jauh sebelum band tersebut mengadakan promosi offline.
Harian Korea Joongbang, pada Januari 2011 menurunkan laporan mengenai 923 video musik Korea yang diunggah ke YouTube. Menurut analisisnya, pengguna internet dari 229 negara di dunia telah menonton video tersebut sebanyak 793,57 juta sepanjang tahun 2010 lalu. Berdasarkan benua, penonton terbanyak berasal dari Asia, diikuti oleh Amerika Utara, dan Eropa. Sedangkan berdasarkan negara, penonton terbanyak berasal dari Jepang, Thailand, dan Amerika Serikat. “The rise of the United States as a major Korean Wave market was remarkable,” tulis laporan tersebut.
K-Pop menandai apa yang disebut sebagai The Neo Korean Wave, dengan pemanfaatan social media secara masif dan keterlibatan fans sebagai salah satu cirinya. Gelombang baru ini dipermudah dengan adanya internet, interkonektivitas, dan perkembangan teknologi bergerak, selain maraknya Facebook, Twitter dan YouTube. Semua ini yang kemudian mempengaruhi cara produk budaya pop disajikan, dikonsumsi dan didistribusikan.
Selain YouTube yang membuat penyaji dan fans terkoneksi dengan cara baru, gelombang Korea yang baru juga merayakan terciptanya level keterlibatan yang tinggi. “The Cover Dance” adalah salah satu fenomena yang sedang hangat, dimana fans mengimitasi (terutama) gaya joget idolanya dan lalu mengunggahnya ke YouTube. Video kadang memperlihatkan fans yang ‘lebih’ jago dari idolanya, bahkan termasuk interpretasi baru terhadap koreografi yang sudah terperagakan di video aslinya.
Tak cukup sampai disini, pelaku industri budaya pop Korea juga cepat tanggap dengan mengadakan “International Cover Dance Festival”, yang diikuti peserta dari 38 negara. Stasiun TV Korea MBC bekerjasama dengan YouTube mengadakan audisi dengan menilai video buatan rumah yang diunggah ke YouTube. Penilaian dilakukan secara online voting, dan melibatkan seluruh penggemar K-Pop di seluruh dunia—menyiratkan terjalinnya suatu hubungan consumer to consumer (C to C).
Penyaji K-Pop juga cerdik memanfaatkan digital media, yang membuat biaya dan usaha promosi mancanegara menurun drastis. Pada bulan Februari lalu, Big Bang meluncurkan mini album yang pada bulan berikutnya, menduduki posisi 7 Billboard’s Heartseekers Album—tanpa banyak promosi offline di negara tersebut. Digital channel juga digunakan secara ekstensif, terutama iTunes. Selain itu, Twitter dan Facebook juga dimanfaatkan, termasuk website yang secara organic dibentuk oleh fans, misalnya Allkpop, Soompi, dan PopSeoul. Bahkan bagi penggemar drama Korea, jarak kini tidak menjadi penghalang. Beberapa situs menawarkan layanan streaming drama Korea seperti dramafever, dan hulu.com, situs steaming utama dunia hasil kolaborasi stasiun TV Amerika seperti NBC, FOX, dan ABC.
Selain serial drama, musik, dan K-dance, demam Korea juga merambah pada sektor perfilmannya. Dengan kecanggihan dari segi visual, musik dan elemen pendukung genre film, film Korea dikenal sebagai salah satu film dengan originalitas yang tinggi. Fakta bahwa Korea adalah salah satu negara dimana Hollywood tidak bisa mendominasi adalah bukti bahwa film Korea pada umumnya bisa berbicara di negaranya sendiri, sebelum merambah negara lain.
Contoh terbaru adalah suksesnya The Priest, yang secara global menghasilkan 66,4 juta dolar. The Priest adalah film berdasarkan komik Korea namun bersetting koboy Amerika dan diberi sentuhan vampire. Penulisnya, Hyung Min Woo mengatakan bahwa film Korea memiliki plot yang kuat, dan membuat penonton memahami budaya luar dan mampu berkomunikasi dengan emosi dan sensitifitas Korea.
Seorang profesor yang meneliti gelombang Korea, Prof. Jian Cai dari Universitas Fudan, China, mengatakan bahwa industri budaya Korea merupakan model industri yang mampu bergabung dengan arus modernisme sekaligus mempertahankan budaya tradisionalnya. “Budaya pop Korea meminjam budaya populer barat dan melakukan penciptaan ulang berdasarkan cita rasa Korea,” kata Jian.
(dimuat di Majalah MIX Marketing Communication, Desember 2011)
Minggu, 27 November 2011
horeeeeee... gue Ganteng! (sebuah cerpen eksistensialisme)
Nick tidak bermaksud untuk narsis)
Nick menelepon sobatnya, Bobby.
"Bob, menurut lo gue ganteng ga?"
Klik.
Nick mencoba kembali. "Bob, jujur aja. Gue ganteng ga sih sebenarnya?"
Bobby berteriak, "what the f**k!"
Klik.
Nick tersenyum. Ia lalu merebahkan dirinya di ranjang. Kepada cicak di langit-langit, ia menatap. Tapi pikirannya melayang ke pagi hari di kantornya.
Saat itu, ia sedang curhat dengan Romeo. Entah kenapa rekan satu kantornya itu dinamai seperti itu, tapi Nick harus benci untuk mengakui bahwa Romeo sangat ganteng. Uber handsome!
Dan Romeo menjadi tipikal cowok yang akan dibenci semua cowok-cowok lain di dunia karena ketidakadilan Tuhan dengan tidak hanya menganugerahkan Romeo kegantengan tapi juga kekayaan, kepintaran, dan keberuntungan. Dan ini yang paling nyesek: cewek-cewek paling cantik yang satu demi satu ditaklukkannya dengan mudah.
See what I mean..
Tapi kepada Nick, dalam sesi konsultasi setelah makan siang, Romeo mengatakan sesuatu yang tidak disangka-sangkanya; Nick, kamu sebenarnya ganteng. Tapi kamu kurang pede aja.
Kata-kata sepele yang lalu bergabung dengan memori kolektif Nick dan rentetan kejadian yang dialami Nick sepanjang hidupnya, menghasilkan sebuah kesadaran baru, sebuah awareness yang jernih.
Sebuah kesadaran yang perlahan mulai jelas diantara kabut-kabut hitam yang perlahan memudar.
Sesuatu dalam diri Nick menguatkan apa yang sedari dulu sudah Nick kira namun tak cukup kuat untuk diafirmasi.
Nick senyum-senyum sendiri. Dalam hati ia bersyukur karena hari ini adalah hari dimana ia menyadari kalau ia adalah cowok ganteng.
Ia pulang dari kantor dengan langkah ringan, memijit tombol lift dengan hati riang, dan menyambut neraka macet dengan senandung nyanyian.
Damn, gue ganteng, man. Kegantengan selalu menjadi dan mengisyaratkan sesuatu.
Dan Nick menatap cermin, sambil melihat bayangan dirinya seolah itu adalah orang lain. Ia kembali tersenyum. Senyum yang ke 1035 hari itu.
Ia mengambil teleponnya. Ia akan abadikan hari yang istimewa ini.
"Bob, tanggal berapa sih hari ini?"
"What. Lo nelepon gue buat nanya tanggal doang? What the hell are you doing? Are u nuts?"
Klik.
Tak lama sesudah itu, Nick tertidur. Ia bermimpi. Mimpinya membawanya bertemu dengan Young Goon dan Il Sun dalam perdebatan tentang the purpose of existence. Young Goon adalah seorang cewek yang merasa dirinya Cyborg, sementara Il Sun bisa mencuri atribut dan kepribadian, ia bahkan bisa mencuri hari kamis.
Nick berkata kepada mereka entah dengan keberanian dan kesadaran yang datang dari mana.
Bahwa the purpose of existence adalah self awareness. Bahwa tanpa kesadaran, segala hal akan menjadi tak bermakna. Dan segala sesuatu yang tak bermakna adalah kemubaziran.
Untuk membuat dua orang itu lebih mengerti ia juga berkata bahwa kondisi yang ada pada diri seseorang tidak akan bermakna sampai seseorang menyadarinya.
Kepintaran seseorang tidak akan bermakna jika ia tidak sadar kalau ia pintar.
Kegantengan seseorang tidak akan bermakna jika ia tidak sadar kalau ia ganteng.
Kekayaan seseorang tidak akan bermakna jika ia tidak sadar kalau ia kaya.
Dan seterusnya.
Maka, berbahagialah bagi mereka yang menyadari diri mereka masing-masing. Tapi bagi yang belum, setidaknya anda tahu kalau anda tidak tahu, sebab yang paling parah adalah ketika anda tidak tahu kalau anda tidak tahu.
Sesudah itu seperti dalam akhir film I am A cyborg but that's ok, matahari terbit.
Matahari di dunia Nick juga terbit. Nick terbangun dan merasa dirinya Socrates. Di alam mimpi seseorang bisa menjadi lebih bijak dibandingkan di alam kenyataan.
Namun, Nick hanya ingat samar-samar, sebab tak ada mimpi yang bisa diingat secara terang benderang. Sesuatu tentang the purpose of existence.
Jadi apa tujuan keberadaan lo, Bob. Nick bertanya ketika ia dan Bobby sedang berada di kantin.
Bobby menatap Nick, sorot matanya berkata bahwa ia heran ternyata keanehan Nick masih belum berakhir sejak semalam.
Dan untuk menambah bingung Bobby, Nick berkata; gue bersyukur banget kalau gue akhirnya sadar kalau gue ganteng. Umur gue udah lewat seperempat abad, tapi gue baru sadar sekarang! Man, coba dari dulu ya gue sadar kalau gue ganteng, pasti hidup gue akan jadi berbeda.
Bobby bergumam nggak jelas.
tapi untuk menyenangkan Nick, ia berkata; trus, kalau udah sadar kalau lo ganteng, lo mau apa?
Nick tersenyum. Binar-binar matanya berusaha menjawab pertanyaan Bobby.
Bobby mengangguk-angguk. Keduanya lalu menuju ke meja yang ditempati seorang cantik. Ia bernama Nayla, dan sudah berbulan-bulan menjadi obsesi Nick.
Nayla hanya mengangkat wajahnya, dan matanya hanya menatap di suatu titik di tengah-tengah antara dirinya dan Nick dan Bobby.
Lalu, kata Bobby. Nay, ini kenalin teman gue, Nick. Dia ganteng lo.
Lalu nyaris tanpa bersuara, Nayla meninggalkan keduanya. Namun masih didengar oleh Nick kata-kata Nayla.
Like I care, begitu katanya.
Nick menelepon sobatnya, Bobby.
"Bob, menurut lo gue ganteng ga?"
Klik.
Nick mencoba kembali. "Bob, jujur aja. Gue ganteng ga sih sebenarnya?"
Bobby berteriak, "what the f**k!"
Klik.
Nick tersenyum. Ia lalu merebahkan dirinya di ranjang. Kepada cicak di langit-langit, ia menatap. Tapi pikirannya melayang ke pagi hari di kantornya.
Saat itu, ia sedang curhat dengan Romeo. Entah kenapa rekan satu kantornya itu dinamai seperti itu, tapi Nick harus benci untuk mengakui bahwa Romeo sangat ganteng. Uber handsome!
Dan Romeo menjadi tipikal cowok yang akan dibenci semua cowok-cowok lain di dunia karena ketidakadilan Tuhan dengan tidak hanya menganugerahkan Romeo kegantengan tapi juga kekayaan, kepintaran, dan keberuntungan. Dan ini yang paling nyesek: cewek-cewek paling cantik yang satu demi satu ditaklukkannya dengan mudah.
See what I mean..
Tapi kepada Nick, dalam sesi konsultasi setelah makan siang, Romeo mengatakan sesuatu yang tidak disangka-sangkanya; Nick, kamu sebenarnya ganteng. Tapi kamu kurang pede aja.
Kata-kata sepele yang lalu bergabung dengan memori kolektif Nick dan rentetan kejadian yang dialami Nick sepanjang hidupnya, menghasilkan sebuah kesadaran baru, sebuah awareness yang jernih.
Sebuah kesadaran yang perlahan mulai jelas diantara kabut-kabut hitam yang perlahan memudar.
Sesuatu dalam diri Nick menguatkan apa yang sedari dulu sudah Nick kira namun tak cukup kuat untuk diafirmasi.
Nick senyum-senyum sendiri. Dalam hati ia bersyukur karena hari ini adalah hari dimana ia menyadari kalau ia adalah cowok ganteng.
Ia pulang dari kantor dengan langkah ringan, memijit tombol lift dengan hati riang, dan menyambut neraka macet dengan senandung nyanyian.
Damn, gue ganteng, man. Kegantengan selalu menjadi dan mengisyaratkan sesuatu.
Dan Nick menatap cermin, sambil melihat bayangan dirinya seolah itu adalah orang lain. Ia kembali tersenyum. Senyum yang ke 1035 hari itu.
Ia mengambil teleponnya. Ia akan abadikan hari yang istimewa ini.
"Bob, tanggal berapa sih hari ini?"
"What. Lo nelepon gue buat nanya tanggal doang? What the hell are you doing? Are u nuts?"
Klik.
Tak lama sesudah itu, Nick tertidur. Ia bermimpi. Mimpinya membawanya bertemu dengan Young Goon dan Il Sun dalam perdebatan tentang the purpose of existence. Young Goon adalah seorang cewek yang merasa dirinya Cyborg, sementara Il Sun bisa mencuri atribut dan kepribadian, ia bahkan bisa mencuri hari kamis.
Nick berkata kepada mereka entah dengan keberanian dan kesadaran yang datang dari mana.
Bahwa the purpose of existence adalah self awareness. Bahwa tanpa kesadaran, segala hal akan menjadi tak bermakna. Dan segala sesuatu yang tak bermakna adalah kemubaziran.
Untuk membuat dua orang itu lebih mengerti ia juga berkata bahwa kondisi yang ada pada diri seseorang tidak akan bermakna sampai seseorang menyadarinya.
Kepintaran seseorang tidak akan bermakna jika ia tidak sadar kalau ia pintar.
Kegantengan seseorang tidak akan bermakna jika ia tidak sadar kalau ia ganteng.
Kekayaan seseorang tidak akan bermakna jika ia tidak sadar kalau ia kaya.
Dan seterusnya.
Maka, berbahagialah bagi mereka yang menyadari diri mereka masing-masing. Tapi bagi yang belum, setidaknya anda tahu kalau anda tidak tahu, sebab yang paling parah adalah ketika anda tidak tahu kalau anda tidak tahu.
Sesudah itu seperti dalam akhir film I am A cyborg but that's ok, matahari terbit.
Matahari di dunia Nick juga terbit. Nick terbangun dan merasa dirinya Socrates. Di alam mimpi seseorang bisa menjadi lebih bijak dibandingkan di alam kenyataan.
Namun, Nick hanya ingat samar-samar, sebab tak ada mimpi yang bisa diingat secara terang benderang. Sesuatu tentang the purpose of existence.
Jadi apa tujuan keberadaan lo, Bob. Nick bertanya ketika ia dan Bobby sedang berada di kantin.
Bobby menatap Nick, sorot matanya berkata bahwa ia heran ternyata keanehan Nick masih belum berakhir sejak semalam.
Dan untuk menambah bingung Bobby, Nick berkata; gue bersyukur banget kalau gue akhirnya sadar kalau gue ganteng. Umur gue udah lewat seperempat abad, tapi gue baru sadar sekarang! Man, coba dari dulu ya gue sadar kalau gue ganteng, pasti hidup gue akan jadi berbeda.
Bobby bergumam nggak jelas.
tapi untuk menyenangkan Nick, ia berkata; trus, kalau udah sadar kalau lo ganteng, lo mau apa?
Nick tersenyum. Binar-binar matanya berusaha menjawab pertanyaan Bobby.
Bobby mengangguk-angguk. Keduanya lalu menuju ke meja yang ditempati seorang cantik. Ia bernama Nayla, dan sudah berbulan-bulan menjadi obsesi Nick.
Nayla hanya mengangkat wajahnya, dan matanya hanya menatap di suatu titik di tengah-tengah antara dirinya dan Nick dan Bobby.
Lalu, kata Bobby. Nay, ini kenalin teman gue, Nick. Dia ganteng lo.
Lalu nyaris tanpa bersuara, Nayla meninggalkan keduanya. Namun masih didengar oleh Nick kata-kata Nayla.
Like I care, begitu katanya.
Sabtu, 26 November 2011
My First Award As The Professional Filmmaker
This was a quite surprising ! When "Suatu Hari di Ranca Kelapa" was awarded as The 5th winner (Juara Harapan 2) for Lomba Cipta Film Pemuda Tingkat Nasional held by Ministry of Sport and Youth, my mind went away to a rainy afternoon, when I arranged the dubbing session for this film.
At that time, we rent a studio near Rawasari and invited 5 dubbers (some of them are professional). We dubbed for two movies from same material, but I figured out that we could come out with 2 version of them. First version is convensional and informative, dubbed by 1 dubber, and second version was more experimental due to my interpretation of the factual event occurred in the documentary movie. I wrote the subtitles with more contemplative ways resulting poetical ambience of the movie.
Our second version is titled "China Benteng: A Poetry", performing 4 segments of cultural events in Tangerang, Banten. The duration of the original version is nearly 22 minutes.
However, when I found out about the film competition above, I try to figure out how to edit the film into 15 minutes to meet the requirements. I re-watched it, contemplating, and finally came up with only segment 2 and segment 3 from its original version. This resulted on a shorter version, titled "Suatu Hari Di Ranca Kelapa".
This is the excerpt of the narration:
"... Dear Gio, this is my last letter to you... Today is the last day of mine as a single. When my parents accompany me through their prayers, before I become someone’s spouse, but not yours.
...And finally I have to choose. Not for the first love, but to celebrate the second chances... "
I would like to dedicate this movie to all anak wayang in Tangerang, to the cultural activist of china benteng, to all musician of gambang kromong, and to all the community who preserved the cultural richness in Tangerang.
Hope you guys enjoy it. Thanks!